Peringatan
Silahkan isi kata kunci yang ingin Anda cari ..

Berita

Pos Kesehatan Pesantren (PosKesTren)

Admin, 23 Nov 2019

Tujuan dari Poskestren adalah untuk Mewujudkan kemandirian warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) merupakan salah satu Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) di lingkungan pondok pesantren, dengan prinsip dari, oleh dan untuk warga pondok pesantren, yang mengutamakan pelayanan promotif (peningkatan) dan preventif (pencegahan) tanpa mengabaikan aspek kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan), dengan binaan Puskesmas setempat. Pelaksanaan Poskestren membutuhkan kerjasama dari seluruh lintas program dan lintas sektor dengan mengacu pada peraturan kementrian kesehatan no.1 tahun 2013 mengenai Pedoman penyelenggaraan dan pembinaan Pos Kesehatan Pesantren.

Tujuan Umum: Mewujudkan kemandirian warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Tujuan Khusus:

1.    Meningkatkan pengetahuan warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya tentang kesehatan;

2.    Meningkatkan sikap dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya;

3.    Meningkatkan peran serta aktif warga pondok pesantren dan wagra masyarakat sekitarnya dalam penyelenggaraan upaya kesehatan; dan

4.    Memenuhi layanan kesehatan dasar bagi warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya

Sasaran Poskestren terdiri atas: Masyarakat pondok pesantren, yang terdiri atas:

a.  Warga pondok pesantren: santri, kiai, pimpinan, pengelola, dan pengajar di pondok pesantren termasuk wali santri;

b.  Masyarakat di lingkungan pondok pesantren;

c.  Tokoh masyarakat: tokoh Agama Islam, Pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pimpinan organisasi kemasyarakatan lainnya di lingkungan pondok pesantren; dan

d.  Lintas program dan lintas sektor terkait lainnya

Kegiatan Poskestren meliputi:

v  Pelayanan kesehatan dasar : upaya promotif dan prefentif tanpa meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Poskestren juga melakukan upaya pemberdayaan warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam bidang kesehatan serta peningkatan lingkungan yang sehat di pondok pesantren dan wilayah sekitarnya.

v  Pemberdayaan santri sebagai kader kesehatan (santri husada) dan kader siaga bencana (santri siaga bencana).

 

Pelayanan kesehatan Poskestren :

Ø  Upaya Promotif, antara lain: konseling kesehatan; penyuluhan kesehatan, antara lain: PHBS, penyehatan lingkungan, gizi, kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa dan NAPZA, penyakit menular dan tidak menular, serta TOGA; olahraga teratur.

Ø  Upaya Preventif, antara lain: pemeriksaan kesehatan berkala; penjaringan kesehatan santri; imunisasi; kesehatan lingkungan dan kebersihan diri; pemberantasan nyamuk dan sarangnya; penyediaan dan pemanfaatan air bersih; dan deteksi dini gangguan jiwa dan NAPZA.

Ø  Upaya Kuratif : Bekerjasama dengan puskesmas setempat dengan mengadakan pelayanan Pengobatan berupa Puskesmas Keliling, melakukan pertolongan pertama pada penyakit ringan dengan menyediakan kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau kunjungan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas.

Ø  Upaya Rehabilitatif : menindaklanjuti penanganan pasien pasca perawatan di puskesmas/rumah sakit.



Pos Kesehatan Pesantren (PosKesTren)

Admin, 23 Nov 2019

Tujuan dari Poskestren adalah untuk Mewujudkan kemandirian warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) merupakan salah satu Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) di lingkungan pondok pesantren, dengan prinsip dari, oleh dan untuk warga pondok pesantren, yang mengutamakan pelayanan promotif (peningkatan) dan preventif (pencegahan) tanpa mengabaikan aspek kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan), dengan binaan Puskesmas setempat. Pelaksanaan Poskestren membutuhkan kerjasama dari seluruh lintas program dan lintas sektor dengan mengacu pada peraturan kementrian kesehatan no.1 tahun 2013 mengenai Pedoman penyelenggaraan dan pembinaan Pos Kesehatan Pesantren.

Tujuan Umum: Mewujudkan kemandirian warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Tujuan Khusus:

1.    Meningkatkan pengetahuan warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya tentang kesehatan;

2.    Meningkatkan sikap dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya;

3.    Meningkatkan peran serta aktif warga pondok pesantren dan wagra masyarakat sekitarnya dalam penyelenggaraan upaya kesehatan; dan

4.    Memenuhi layanan kesehatan dasar bagi warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya

Sasaran Poskestren terdiri atas: Masyarakat pondok pesantren, yang terdiri atas:

a.  Warga pondok pesantren: santri, kiai, pimpinan, pengelola, dan pengajar di pondok pesantren termasuk wali santri;

b.  Masyarakat di lingkungan pondok pesantren;

c.  Tokoh masyarakat: tokoh Agama Islam, Pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pimpinan organisasi kemasyarakatan lainnya di lingkungan pondok pesantren; dan

d.  Lintas program dan lintas sektor terkait lainnya

Kegiatan Poskestren meliputi:

v  Pelayanan kesehatan dasar : upaya promotif dan prefentif tanpa meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Poskestren juga melakukan upaya pemberdayaan warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam bidang kesehatan serta peningkatan lingkungan yang sehat di pondok pesantren dan wilayah sekitarnya.

v  Pemberdayaan santri sebagai kader kesehatan (santri husada) dan kader siaga bencana (santri siaga bencana).

 

Pelayanan kesehatan Poskestren :

Ø  Upaya Promotif, antara lain: konseling kesehatan; penyuluhan kesehatan, antara lain: PHBS, penyehatan lingkungan, gizi, kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa dan NAPZA, penyakit menular dan tidak menular, serta TOGA; olahraga teratur.

Ø  Upaya Preventif, antara lain: pemeriksaan kesehatan berkala; penjaringan kesehatan santri; imunisasi; kesehatan lingkungan dan kebersihan diri; pemberantasan nyamuk dan sarangnya; penyediaan dan pemanfaatan air bersih; dan deteksi dini gangguan jiwa dan NAPZA.

Ø  Upaya Kuratif : Bekerjasama dengan puskesmas setempat dengan mengadakan pelayanan Pengobatan berupa Puskesmas Keliling, melakukan pertolongan pertama pada penyakit ringan dengan menyediakan kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau kunjungan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas.

Ø  Upaya Rehabilitatif : menindaklanjuti penanganan pasien pasca perawatan di puskesmas/rumah sakit.